Kegiatan


SOMASI NTT pro KBBI

(Solidaritas Masyarakat Sipil Nusa Tenggara Timur Pro Kebebasan Beribadah dan Beragama Di Indonesia)

Sekretariat Jaringan: Posko BP Pemuda GMIT, Jl. KB. Lestari, No. 11, Kotabaru, Kupang

Nusa Tenggara Timur, Telp (0380) 833210, HP. 0811383960. E_mail: somasi_NTT@yahoo.co.id


Kepada Yth.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

Di Tempat

PERNYATAAN SIKAP

“Negara gagal melindungi rakyatnya sendiri”


Kejadian Kekerasan dan pelarangan beribadah terhadap jemaat HKBP PTI Ciketing Bekasi (12/09/10) dan sebelumnya Penyerbuan Kompleks Jemaah Ahmadyah di Kuningan Jawa Barat serta berbagai peristiwa lainnya yang terjadi selama ini, telah membuktikan secara telanjang dan kasat mata bahwa: Negara dan pemerintah, sesungguhnya telah gagal dalam melindungi rakyat dan menjamin kebebasan rakyatnya untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya (Amanat PANCASILA, Alinea keempat Mukadimah dan pasal 29 UUD 1945).

Karena itu, kami atas nama SOMASI NTT pro KBBI sebagai warga Negara Indonesia,  dengan ini menyatakan sikap dan keteguhan prinsip kami sebagai berikut:

  1. Menyesalkan pernyataan Presiden RI yang meminta semua pihak untuk menjaga Kerukunan (14/09/10). Harusnya Presiden bertindak tegas, sekarang dan segera untuk melindungi rakyatnya dari kekerasan. Bukan justeru terus menerus menebar pesona dan pencitraan dengan menghimbau rakyat untuk menjaga kerukunan.
  2. Mendesak Presiden mengambil tindakan nyata untuk membuktikan janji kampanye dan pidato-pidatonya selama ini  bahwa pemerintah telah memberi jaminan kebebasan dan perlindungan dari negara bagi warga negara menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing, sebagaimana terakhir disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat pada 16 Agustus 2010.
  3. Menuntut Presiden memerintahkan Menteri terkait untuk segera mencabut,  SKB DWI MENTERI yang jadi sumber dan sarana kekerasan atas komunitas Kristiani, Ahmadiah dan Kelompok lainnya selama ini. Termasuk dalam hal ini menegur keras Walikota Bekasi karena telah gagal melindungi warganya sendiri.
  4. Penyesalan yang mendalam kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya  dan aparaturnya yang buru-buru mengatakan kejadian ini adalah Kriminal murni tanpa investigasi serius dan mendalam.  Kami mendesak KAPOLRI meletakan jabatan jika tidak mampu mengusut tuntas masalah dan membubarkan organisasi yang ada dibalik kekerasan ini.
  5. Menuntut pemerintah menindaklanjuti laporan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pada 30 Agustus 2010 tentang organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berbuat anarkis. Menurut laporan Kapolri, beberapa organisasi itu terlibat 49 tindakan kekerasan pada 2010 dan total 107 tindakan kekerasan pada beberapa tahun terakhir, termasuk penyerangan terhadap kebebasan beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing, baik terhadap penganut agama dan keyakinan tersebut maupun tempat-tempat ibadah mereka.

Demikian Pernyataan sikap dan peneguhan sikap kami ini ditulis, ditandatangani, dan disampaikan oleh Warga Negara Indonesia kepada Presiden Republik Indonesia sebagai pernyataan yang menuntut respon dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.  Terimakasih.

SOMASI NTT pro KBBI

BP Pemuda GMIT Sinode : Winston Rondo : Ketua
DPD GAMKI NTT : Ir. Emilia Nomleni : Ketua
KONTRAS Nusa Tenggara : Marthen Salu, SH : Koord. Badan Pekerja
Forum Pemuda Kristen Indonesia (FOPEMKRI) : Jeremias Haning : Ketua Umum
Forum Komunikasi Pemuda Gereja Kristen Indonesia (FKPGK) NTT : David Natun, S,Pd : Ketua
BPC GMKI KUPANG : Jhon Liem : Ketua
BEM UNKRIS Artha Wacana (UKAW) : Isto Banunaek : Ketua
BEM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) : Frits Blegur : Ketua
WE CAN region NTT : Merry Djami, S,Th : Koordinator
Yayasan CEMARA Kupang : Eyda Djubire, S,Sos : Koordinator Program
Komunitas Akar Rumput  (KoAR) Kupang : Alfian Ama Ola : Wakil Koordinator
Perkumpulan Relawan CIS TIMOR : Harys Ch. Oematan, ST : Wakil Direktur
FORMASI NTT : Paul Sinlaeloe, SH : Ketua
Forum Akademia NTT : Wilson Therik, M,Si : Moderator
NTT Policy Forum : Zarniel Woleka :
Generasi Muda Anas (GMA) TTS : Andi Kabu : Ketua
BEM STIM Kupang : Jafrid Lete : Ketua
Forum Study Feto Mone (FSFM) TTS : Wilson Sanam : Ketua
Ikatan Mahasiswa Asal Amanuban (IKMABAN) TTS : Frits Salem : Ketua
BEM Fak. Hukum UKAW : Barnabus Buruhaingu : Ketua
BEM Fak. Theologi UKAW : : Ketua
Perkumpulan Inisiatif Advokasy Rakyat (PIAR) NTT : Patje Saubaki : Koordinator divisi Advokasy
RUMAH PEREMPUAN Kupang : Libby Sinlaeloe :

Koordinator

Kontak person untuk penjangkauan media adalah :

Winston Rondo/BPP GMIT Sinode, (HP:0811383960),

Paul Bolla/GAMKI NTT HP: 0811381481 dan

Paul Sinlaeloe/FORMASI Hp: 085239052689.

Baru-baru ini Badan Pengurus Pemuda GMIT bersama Panitia Paskah 2009 melakukan 2 kegiatan sekaligus sebagai lanjutan dari kegiatan Paskah yang belum terselesaikan yakni pemutaran film dan pelayanan kesehatan. Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari ini bertempat di Gereja PNIEL Noemuke, Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan. Ini pertama kalinya BPP GMIT melakukan kegiatan di tempat itu, kegiatan ini diawali dengan pemutaran film pada hari sabtu malam tanggal 8 Agustus 2009 yang yang dilakukan oleh tim perintis dibawah pimpinan bung Salvanus Falau. Mereka sudah tiba terlebih dahulu pada hari sabtu. Film yang diputar ada 2 film barat bernuasa Kristiani yakni Fly Wheel dan Facing The Giant. Antusias masyarakat disana cukup tinggi terbukti dengan banyaknya orang yang datang memenuhi halaman gereja, bukan saja jemaat PNIEL dan masayarakat sekitar tapi juga masyarakat dari desa tetangga juga turut hadir. Bahkan menurut Ketua KPWK Amanuban Selatan Bapak Pdt. Ishak La’a, jemaat dari gereja-gereja lain juga meminta agar pemutaran film bisa dilakukan di gereja mereka.

Pada hari minggunya, tanggal 9 Agustus 2009 setelah kebaktian utama digelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, yang dilakukan oleh rombongan dari Kupang. Rombongan ini terdiri dari tim dokter, perawat,asisten apoteker serta beberapa teman-teman BPP yang dipimpin oleh Bapak Winstron Rondo selaku ketua BPP GMIT. Rombongan harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari Kupoang ke Noemuke karena ada kendaraan yang mogok, kondisi jalan yang berliku-liku dan rusak serta melewati hutan belantara dan menyeberangi 2 kali yang lebarnya hampir 200 meter belum lagi karena tersesat. Tetapi puji Tuhan, rombongan ini dapat tiba di gereja PNIEL Noemuke dengan keadaan selamat. Rombongan ini diterima oleh ketua KPWK Amanuban Selatan yakni Bapak Pdt Isak. La’a yang waktu kedatangan rombongan baru saja selesai memimpin kebaktian utama.

Pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis dimulai pukul 12.00 siang yang dilayani oleh 3 orang dokter PTT yang baru 2,5 bulan bertugas di NTT yakni dr Lidya Raharjo, dr Marilaeta Ratumasa dan dr Ivan Oslan serta 4 orang asisten apoteker untuk pengambilan obat yakni Maria Lamury, Dessy Lay, Elyse Saudale, Christin Carolin dan 1 orang perawat yakni Alfred Duka serta bidan Any dari puskesmas Noemuke yang membantu di pemeriksaan tekanan darah sedangkan teman-teman dari BPP membantu untuk pendaftaran pasien. Kegiatan ini berakhir pukul 17.00 dan pasien yang dilayani sebanyak 230 orang, mereka tidak saja anggota jemaat PNIEL tetapi juga masyarakat dari desa tetangga yang datang untuk memeriksa kesehatannya dan berobat gratis, meskipun mereka harus berjalan kaki cukup jauh dan menyeberangi kali tetapi mereka tetap bersemangat.

Pasien yang datang kebanyakan menderita batuk, pilek, ispa dan penyakit kulit serta ada penyakit khusus yang sudah tidak bisa ditangani di Puskesmas terdekat sehingga harus dirujuk untuk berobat di RSUD So’e atau RSU Kupang. Jumlah pasien kurang dari target awal panitia yakni sebanyak 1000 orang, hal ini dikarenakan masyarakat banyak yang ke hutan untuk memanen asam, pergi berkebun dan sebagiannya lagi sedang mengikuti perayaan menyongsong 17 Agustus di Panite, Ibukota Kecatamatan Amnuban Selatan. Setelah selesai melakukan kegiatan ini, tim perintis dan rombongan pamit dan mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pelayanan BPP GMIT di Noemuke selama 2 hari terutama kepada Bapak Kepala Desa dan KPWK yang telah mengijinkan BPP GMIT untuk melayani di tempat itu. Terima Kasih juga untuk sponsor obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan PT.Enseval. Bapak Pdt. Ishak La’a selaku Ketua KPWK Amanuban Selatan, berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, tidak saja di PNIEL Noemuke tetapi juga di semua gereja-gereja yang ada di Klasis Amanuban Selatan. Setelah berpamitan akhirnya rombongan harus meninggalkan desa Noemuke untuk kembali ke Kupang.

Jarak dan waktu bukan alasan untuk tidak menolong dan melayani sesama apalagi jika itu demi kemuliaan nama Tuhan Yesus.Kesempatan yang diberikan tidak akan datang dua kali karena mungkin ketika kita mendapat kesempatan itu kita sudah tidak sehat lagi atau bahkan kita sudah mati jadi

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9)…..

Sola Scryptura Verbum Dei…!!!

(Yomi Radja)

DARI ANUGERAH KE TALITAKUMI
SEBUAH REFLEKSI PAWAI PASKAH PEMUDA GMIT 2009

(Oleh : PDT ISAKH A HENDRIK, M.Si)

Sebuah karya yang bernuansa religius di persembahkan oleh generasi muda di Kota Kupang melalui Pawai Paskah yang melibatkan pemuda lintas agama pada tanggal 13 April 2009 cukup menyita perhatian ribuan masyarakat  Kota Kupang. Kegiatan ini merupakan agenda tetap yang diprakarsai oleh BP Pemuda GMIT patut diberi apresiasi bukan karena sudah dilaksanakan untuk yang ke-13 kali tetapi terutama melalui kegiatan Pawai paskah ini semua kita diajak untuk berefleksi terhadap karya pengorbanan Yesus Kristus bagi manusia dan dunia.

Saya tergerak untuk mencoba membuat catatan reflektif terhadap karya generasi muda kita ini dalam hubungannya dengan dinamika pergumulan hidup berbangsa dan bernegara maupun dalam kehidupan  bergereja. Setidaknya ada beberapa catatan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan Pawai Paskah yang diselenggarakan BP Pemuda GMIT tahun ini :

  1. Perhelatan pawai paskah yang melibatkan berbagai komponen pemuda dan juga disaksikan oleh para pejabat eksekutif dan legislatif serta pejabat gereja dan yang melibatkan ribuan perserta   ini memberi pelajaran berharga bagi kita betapa indahnya ketika orang-orang muda bersatu untuk mempersembahkan sebuah karya kehidupan bagi Tuhan dan sesama. Saya membayangkan bagaimana usaha/perjuangan dan kerja keras dari panitia hingga dapat mempersatukan dan mempertemukan para pemuda dari berbagai latar belakang, bersatu padu dan mempersiapkan serta mempersembahkan sebuah karya religius yang tidak saja menjadi tontonan masyarakat tetapi juga sebuah ajakan untuk berfleksi terhadap makna persatuan di republik ini yang akhir-akhir ini diancam oleh perpecahan karena berbagai kepentingan.  Kebersamaan pemuda/i lintas SARA ini hendak menegaskan kepada generasi muda sendiri untuk tidak boleh terjebak dalam jebakan-jebakan kepentingan pribadi atau kelompok dan selalu berusaha untuk memperjuangkan kebersamaan, persatuan dan persaudaraan sebagai kekuatan dalam meraih masa depan yang berkualitas.
  2. Momentum pawai paskah juga menunjukkan kepada kita betapa kayanya anak-anak muda kita yang mampu mempersembahkan karya seni yang  bernuansa religius, yang memiliki nilai estetika yang  sangat tinggi. Berbagai peran yang ditampilkan dalam pawai kemenangan ini hendak mengatakan kepada kita untuk tidak saja memberi penilaian negatif terhadap generasi muda kita tetapi hendaknya kita mengakui bahwa di dalam diri mereka (pemuda/i) ada bakat, talenta yang bisa diberdayakan menjadi sesuatu yang berharga, bernilai dan bisa berguna bagi gereja, masyarakat bangsa dan negara. Keanekaragaman potensi yang dimiliki pemuda bila dipersatukan akan menjadi kekuatan besar dalam membangun kehidupan yang berkualitas.
  3. Momentum paskah ini juga adalah sebuah ajakan bagi kita semua untuk       mempertinggi kepedulian sosial, dengan tidak mementingkan diri sendiri, atau pun kelompok sendiri. Paskah memberikan kemampuan bagi kita untuk memberikan pemikiran, dan upaya kerjasama yang baik dengan siapa pun, dalam mengatasi berbagai krisis yang mengancam kehidupan, atau yang menjadi musuh kemanusiaan.  Kita diajak untuk menghilangkan sikap serta pola pikir ekslusivistik, diskriminatif, primordialistik, dan segala bentuk egoisme lainnya ataupun nepotisme. Karena semua itu tidak sesuai dengan arti dan makna hakiki dari penebusan dan pembebasan Yesus Kristus melalui Paskah yang meliputi keseluruhan eksistensi umat manusia.
  4. Pesan moral dari perhelatan pawai paskah adalah ajakan dari generasi muda kita     untuk mewujudkan spiritualitas yang mendalam serta moralitas hidup yang tinggi, sehingga kehadiran dan karya kita menjadi berkat bagi orang lain. Persoalan moralitas  menjadi masalah  serius yang sedang dihadapi oleh kita semua sebagai warga dari bangsa ini. Bahkan ada yang mengatakan bangsa Indonesia sedang menuju kesempurnaan kehancuran moral. Ungkapan ini mau menyatakan sebuah realitas yang memprihatinkan sekaligus mengkritisi peranan agama sebagai sumber moral bagi setiap individu dari bangsa ini. Jumlah agama dan penganut,sarana/fasilitas keagamaan yang banyak bukanlah jaminan bagi sebuah moral yang berkualitas. Kita baru sampai pada tahap memiliki agama atau beragama disertai dengan kebanggaan pada simbol-simbol keagamaan dan belum disertai dengan penghayatan yang baik terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Bagi saya nilai yang paling hakiki dari ajaran setiaap agama adalah kasih. Di dalam dan melaui kasih semua umat manusia dengan segala keberadaannya dipersatukan untuk saling membagi, saling memberi, saling mengakui perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang dimiliki untuk membangun kehidupan yang berkualitas. Idealisme akan kehidupan moral yang berkualitas telah dipersembahkan pemuda-pemuad kita melalui Pawai Paskah adalah ajakan bagi generasi muda untuk menghayati nilai-nilai moral yang telah diteladankan Yesus menjadi sumber inspirasi. dan juga bagi semua kita yang mencintai kehidupan yang berlandaskan cintah kasih.
  5. Dari Anugerah ke Talitakumi adalah sebuah refleksi perjalanan yang penuh dengan perjuangan yang telah di persembahkan Yesus karena cintaNya kepada manusia dan dunia ini. Perjuangan dan pengorbanan itu dilakukanNya dengan setia dimulai dari kandang hina di Betlehem sampai puncak bukit Golgolta dan berakhir dengan kemengan melalui kebangkitanNya. Ini adalah sebuah cara hidup yang harus terus menerus menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi kita semua dalam menjalani hidup dan karya kita.

Pada akhirnya saran saya kepada pemuda GMIT yang menjadi pemrakarsa kegiatan ini agar tetap menjaga nilai religius dari momentum pawai paskah ini agar tidak saja menjadi sebuah tontonan atau hiburan publik tahunan semata, tetapi terutama memberi motivasi dan inspirasi baru yang menyemangati pemuda untuk terus menghasilkan karya-karya berkualitas bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara ini.

Proficiat bagi BP Pemuda GMIT dan seluruh panitia atas segala usaha dan kerja keras dalam mempersembahkan sebuah karya iman bagi jemaat dan masyarakat Kota Kupang. Teruslah berkarya bagi gereja dan masyarakat  dimana anda berada demi kemuliaan nama Tuhan.

SOLA SCRIPTURA FERBUM DEI

*Penulis adalah Penasehat BPP GMIT dan sekretaris Komisi Pembinaan Personil Majelis Sinode GMIT

Akhirnya kerja keras panitia guna menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka natal bersama pemuda Kristen berjalan sukses.  Seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan mulai dari donor darah,  penghijauan, pelayanan diakonia, ibadah natal bersama dan pemutaran film berjalan tanpa baik tanpa kendala.

Banyak harapan muncul dari pagelaran ini, terhadap lembaga-lembaga kristen yang ikut dalam kegiatan ini, maupun terhadap pemuda GMIT khususnya. Harapan agar kepedulian Pemuda Kristen terhadap sesama dan lingkungan tidak hanya ditunjukan saat natal ini saja, tapi terus berlanjut dalam setiap waktu dan kesempatan.

Foto kegiatan yang sempat didokumentasikan bisa dilihat di parade foto berikut

selengkapnya bisa dilihat di sini

David Radja

David Radja, Mantan Ketua BPP GMIT

Keluarga Besar Pemuda Kristen yang di dalamnya tergabung Badan Pengurus Pemuda GMIT Sinode, Perkumpulan Relawan CIS TIMOR, GMKI Kupang, Sahabat Lansia, Forum Komunikasi Pemuda Gereja Kristen NTT (FKPGK), dan Yayasan CEMARA Kupang akan mengadakan melakukan perayaan Natal Bersama tahun 2008.

Perayaan Natal yang mengambil thema “Hiduplah dalam Perdamaian dengan Semua Orang” ini rencananya akan dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 10 Januari 2009, jam 17.00 WITA dan bertempat di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Elim Lasiana, Jln Timor Raya KM. 11 Kota Kupang.

Ibadah natal yang akan dipimpin oleh Majelis Sinode GMIT, acara juga akan diisi dengan pementasan drama natal berjudul Topeng-topeng Kehidupan yang akan dipentaskan oleh theater GMKI Kupang. Selain itu juga akan diperhadapkan Badan Pengurus Pemuda (BPP) GMIT masa bhakti 2008 – 2012 yang terpilih dari hasil Pertemuan Raya Pemuda (PRP) III di GMIT Efrata Oelmasi Klasis Fatuleu Barat Kabupaten Kupang pada November 2008

Winston Rondo, Ketua BPP GMIT Terpilih

Winston Rondo, Ketua BPP GMIT Terpilih

Pemuda Kristen juga akan menggelar kegiatan diakonia atau berbagi kasih dengan orang tua lanjut usia atau lansia, selain itu juga akan ada kegiatan donor darah pada hari sabtu (10/1) pagi yang akan dilaksanakan di sekretariat GMKI Kupang, Jalan Durian Nomor 4B Kelurahan Naikoten Kecamatan Oebobo kota Kupang, samping kampus Undana Lama. Kantong-kantong darah hasil donor darah ini akan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pemuda kristen agar bergandeng tangan membantu dan mau peduli terhadap sesama.

Tidak hanya itu, pada sore harinya, pemuda kristen juga akan menunjukan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan kegiatan penghijauan berupa penanaman anakan-anakan produktif di GMIT Elim Lasiana. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari isu utama yang diangkat BPP GMIT dalam Pertemuan Raya Pemuda III di Oelmasi. BPP GMIT dalam seruannya meminta kepada semua elemen masyarakat yang ada tentang pentingnya menjaga bumi ini dari kehancuran, “bumi Cuma satu, mari katong sama-sama jaga” demi anak cucu di masa yang akan datang. Kegiatan penghijauan merupakan salah satu cara menjaa bumi yang makin tua ini agar tetap awet.

Kegiatan pemuda kristen dalam rangka natal ini juga masih tetap berlanjut pada hari Minggu, tanggal Sebelas November, yaitu dengan digelarnya Pelayanan Kesehatan dan pengobatan gratis di GMIT Elim Lasiana setelah kebaktian utama. Dan malam harinya akan dilakukan pemutaran film bertema rohani.

Seluruh kegiatan ini akan dihadiri seluruh pengurus dan anggota dari masing-masing organisasi kristen, Sinode GMIT, pemerintah daerah maupun jemaat setempat dan masyarakat sekitar.

Diharapkan kegiatan ini bisa mendapat respon positif dari masyarakat dan jemaat setempat, sehingga kegiatan ini tidak hanya akan berhenti sampai di sini, tapi bisa terus berlanjut sehingga ikatan dan rasa persaudaraan yang rukun tetap terjalin dan rasa kepedulian pemuda kristen terhadap sesama dan lingkungan dengan tetap menjaga bumi ini demi anak cucu di masa yang akan datang bisa terus dipertahankan. (dodykl)