Bidang Koinonia.

Studi No Apologize (membangun hubungan tanpa penyesalan) lewat film hasil wawancara pemuda-pemuda di Barat yang masih memiliki prinsip menjaga kesucian (keperawanan & Keperjakaan) hingga disatukan dalam perkawinan. Diskusi ini hendak mengatakan bahwa dunia barat tidak seperti yang selama ini terlihat dalam media televisi sehingga kalo kita mau jadi orang modern tidak perlu peduli dengan kesucian dst. Kegiatan ini memperkaya materi Love, seks & datting, rata-rata dihadiri oleh pemuda dan orang tua 50 – 100 org di Klasis Kupang Barat, Kupang Tengah, Kupang Timur, dan Fatuleu Barat.

Studi Pemuda menjawab pergumulan pembangunan daerah. Kegiatan ini di lakukan paska pembukaan kegiatan pelatihan kewirausahaan dan kepemimpinan. Dilakukan Juli di Gereja Imanuel Eahun bersama Bupati Rote Ndao dan September di Jemaat Foemahen Anainfar Kalabahi bersama Wakil Bupati Alor. Rekomndasi dari studi ini mendorong kerjasama antara gereja dan pemerintah yang lebih baik karena jemaat adalah warga masyarakat, sehingga peran-peran penataan organisasi, pengembangan ekonomi dan perbaikan akses pendidikan dan kesehatan menjadi peran strategis pemuda selain melakukan kontrol terhadap kebijakan dan proyek pembangunan. Selain itu Diskusi Menjelang Paskah 2006 di Jemaat Lahairoi Tofa dengan topik Pemuda dan tantangan NTT dengan isu utama bagaimana mengurangi angka kemiskinan, peradagangan manusia, gizi buruk dan penegakkan HAM dan Korupsi.

Studi Pemuda dan Pluralisme

Kegiatan ini dilaksanakan di Jemaat Benyamin Oebufu pada tanggal 11 Maret 2006 (Mendiskusikan kembali pluralisme Keagamaan di Indonesia). Sarasehan bersama Panitia Pelaksana PASKAH Badan Pengurus Pemuda GMIT (BPP GMIT), BP Pemuda Klasis Kupang Tengah dan BPP jemaat di Jemaat. dengan mengambil pokok materi :

1) Dialog Eksistensial Relasi Islam – Kristen di Indonesia; Hambatan, tantangan dan harapan-harapan baru, oleh Pdt. DR. Nico Woly (Dosen Fakultas Theologi UKAW).

2) Dialog Eksistensial Relasi Gereja Protestan dan Gereja Katholik di NTT, Hambatan, tantangan dan harapan-harapan baru (Pengalaman seorang pendeta GMIT di Belu) oleh Pdt. Ishak Hendrik (KPWK Belu dan Korwil BPP GMIT wilayah TTU dan Belu.

3) Paskah dan Pluralisme : Mengerti Pluralisme, mengerti Indonesia (Refleksi peran dan tanggung jawab GMIT dalam pluralisme di Indonesia), oleh Ketua Majelis Sinode GMIT.

Studi Akhir Tahun 2005 dengan kajian Refleksi perjalanan pemerintahan 2005 oleh Gubernur NTT, strategi pengamanan Natal dan Tahun Baru oleh KAPOLRESTA Kupang, dan Refleksi Thema : Damai Sejahtera di Bumi oleh Ketua Sinode GMIT, 23 Desember 2005 dihadiri Pemuda Kota Kupang dan Kupang Tengah dan Kupang Timur.

Aliansi Strategis dengan kesadaran bahwa pemuda GMIT tidak bisa hidup tanpa berjalinan dengan orang atau lembaga lain. Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan :

a) Dinas Kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan di jemaat betel kuaputu Klasis Kupang Barat januari 2006, bantuan obat-obatan bagi Rumah Sakit Kristen Ume Manekan SoE untuk melayani koraban diare di TTS juli s/d Agustus 2005 , pelayanan kesehatan di Raknamo Pebruari 2006.

b) Polda , Pemda dan BPRD NTT untuk mengadvokasi penutupan Gereja Kristen di Jawa Barat Agustus 2005

c) Diknas Kota Kupang untuk melakukan ibadah Siswa se-Kota Kupang menjelang ujian Nasional Mey 2005;

d) Litbang Sinode GMIT mengorganisir Semiloka GMIT dan Globalisasi dikaji dari aspek ekonomi, social politik, ekologi dan gender 29 Agustus 2005, serta bersama jemaat mengadvokasi penambangan marmer di mollo yang berdampak pada kerusakan SDA.

e) Personalia Sinode GMIT untuk pelatihan penggunaan handycamp dan pengambilan gambar oktober 2005.

f) Dinas Kehutanan untuk bantuan anakan untuk penghijauan di Fatukoa januari 2006 dan Nekon Klasis Fatuleu Barat Pebruari 2006.

g) aliansi dengan Majelis Sinode untuk mengadvokasi Pengadilan Negri sengketa aset Gereja Agape Klasis Kota Kupang.