Baru-baru ini Badan Pengurus Pemuda GMIT bersama Panitia Paskah 2009 melakukan 2 kegiatan sekaligus sebagai lanjutan dari kegiatan Paskah yang belum terselesaikan yakni pemutaran film dan pelayanan kesehatan. Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari ini bertempat di Gereja PNIEL Noemuke, Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan. Ini pertama kalinya BPP GMIT melakukan kegiatan di tempat itu, kegiatan ini diawali dengan pemutaran film pada hari sabtu malam tanggal 8 Agustus 2009 yang yang dilakukan oleh tim perintis dibawah pimpinan bung Salvanus Falau. Mereka sudah tiba terlebih dahulu pada hari sabtu. Film yang diputar ada 2 film barat bernuasa Kristiani yakni Fly Wheel dan Facing The Giant. Antusias masyarakat disana cukup tinggi terbukti dengan banyaknya orang yang datang memenuhi halaman gereja, bukan saja jemaat PNIEL dan masayarakat sekitar tapi juga masyarakat dari desa tetangga juga turut hadir. Bahkan menurut Ketua KPWK Amanuban Selatan Bapak Pdt. Ishak La’a, jemaat dari gereja-gereja lain juga meminta agar pemutaran film bisa dilakukan di gereja mereka.

Pada hari minggunya, tanggal 9 Agustus 2009 setelah kebaktian utama digelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, yang dilakukan oleh rombongan dari Kupang. Rombongan ini terdiri dari tim dokter, perawat,asisten apoteker serta beberapa teman-teman BPP yang dipimpin oleh Bapak Winstron Rondo selaku ketua BPP GMIT. Rombongan harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari Kupoang ke Noemuke karena ada kendaraan yang mogok, kondisi jalan yang berliku-liku dan rusak serta melewati hutan belantara dan menyeberangi 2 kali yang lebarnya hampir 200 meter belum lagi karena tersesat. Tetapi puji Tuhan, rombongan ini dapat tiba di gereja PNIEL Noemuke dengan keadaan selamat. Rombongan ini diterima oleh ketua KPWK Amanuban Selatan yakni Bapak Pdt Isak. La’a yang waktu kedatangan rombongan baru saja selesai memimpin kebaktian utama.

Pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis dimulai pukul 12.00 siang yang dilayani oleh 3 orang dokter PTT yang baru 2,5 bulan bertugas di NTT yakni dr Lidya Raharjo, dr Marilaeta Ratumasa dan dr Ivan Oslan serta 4 orang asisten apoteker untuk pengambilan obat yakni Maria Lamury, Dessy Lay, Elyse Saudale, Christin Carolin dan 1 orang perawat yakni Alfred Duka serta bidan Any dari puskesmas Noemuke yang membantu di pemeriksaan tekanan darah sedangkan teman-teman dari BPP membantu untuk pendaftaran pasien. Kegiatan ini berakhir pukul 17.00 dan pasien yang dilayani sebanyak 230 orang, mereka tidak saja anggota jemaat PNIEL tetapi juga masyarakat dari desa tetangga yang datang untuk memeriksa kesehatannya dan berobat gratis, meskipun mereka harus berjalan kaki cukup jauh dan menyeberangi kali tetapi mereka tetap bersemangat.

Pasien yang datang kebanyakan menderita batuk, pilek, ispa dan penyakit kulit serta ada penyakit khusus yang sudah tidak bisa ditangani di Puskesmas terdekat sehingga harus dirujuk untuk berobat di RSUD So’e atau RSU Kupang. Jumlah pasien kurang dari target awal panitia yakni sebanyak 1000 orang, hal ini dikarenakan masyarakat banyak yang ke hutan untuk memanen asam, pergi berkebun dan sebagiannya lagi sedang mengikuti perayaan menyongsong 17 Agustus di Panite, Ibukota Kecatamatan Amnuban Selatan. Setelah selesai melakukan kegiatan ini, tim perintis dan rombongan pamit dan mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pelayanan BPP GMIT di Noemuke selama 2 hari terutama kepada Bapak Kepala Desa dan KPWK yang telah mengijinkan BPP GMIT untuk melayani di tempat itu. Terima Kasih juga untuk sponsor obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan PT.Enseval. Bapak Pdt. Ishak La’a selaku Ketua KPWK Amanuban Selatan, berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, tidak saja di PNIEL Noemuke tetapi juga di semua gereja-gereja yang ada di Klasis Amanuban Selatan. Setelah berpamitan akhirnya rombongan harus meninggalkan desa Noemuke untuk kembali ke Kupang.

Jarak dan waktu bukan alasan untuk tidak menolong dan melayani sesama apalagi jika itu demi kemuliaan nama Tuhan Yesus.Kesempatan yang diberikan tidak akan datang dua kali karena mungkin ketika kita mendapat kesempatan itu kita sudah tidak sehat lagi atau bahkan kita sudah mati jadi

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9)…..

Sola Scryptura Verbum Dei…!!!

(Yomi Radja)

Iklan